TARAKAN, Ahad, 19 Oktober 2026 | Pengajian karyawan MBG ‘Aisyiyah Kalimantan Utara yang berlangsung di Gedung Melati ‘Aisyiyah, Tarakan, menghadirkan pesan dakwah yang sarat makna tentang pentingnya menjaga kebersihan hati, kesantunan berbicara, dan amanah dalam bekerja. Pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Dian Sandi ini mengangkat tema “Tata Hati agar Tutur Kata Kita Tertata.”
Melalui kajian tersebut, para karyawan diajak memahami bahwa akhlak yang baik tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam cara berkomunikasi, menyikapi perbedaan, dan menjalankan tanggung jawab sehari-hari di lingkungan kerja.
Menata Hati, Menjaga Lisan
Dalam penyampaiannya, Ustaz Dian Sandi menekankan bahwa hati merupakan sumber perilaku, sedangkan lisan menjadi salah satu cerminan dari apa yang tersimpan di dalamnya. Hati yang dipenuhi keikhlasan akan mendorong seseorang bertutur kata dengan santun. Sebaliknya, amarah yang tidak terkendali dapat membuat perkataan berubah menjadi sesuatu yang menyakiti orang lain.
Pesan ini selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Asy-Syu‘ara ayat 88–89 yang menjelaskan pentingnya menghadap Allah dengan hati yang bersih.
Karena itu, setiap orang perlu membiasakan diri untuk berpikir sebelum berbicara. Apakah perkataan yang akan disampaikan benar? Apakah membawa manfaat? Apakah cara penyampaiannya sudah baik? Dan apakah ucapan tersebut berpotensi melukai perasaan orang lain?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini menjadi pengingat bahwa menjaga lisan merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki diri dan membangun hubungan yang harmonis.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjadi pedoman bagi karyawan agar tidak mudah melontarkan perkataan yang menyakitkan, merendahkan rekan kerja karena perbedaan pendapat, atau melampiaskan kelelahan melalui ucapan yang tidak pantas.
Sebab, tidak semua hal yang terlintas dalam pikiran harus diucapkan dan tidak semua hal yang didengar perlu disebarkan.
Bekerja Bukan Sekadar Rutinitas, Melainkan Amanah
Lebih jauh, pengajian ini mengingatkan bahwa bekerja di lingkungan MBG ‘Aisyiyah bukan sekadar aktivitas memasak, menyiapkan makanan, atau menyelesaikan tugas harian. Di balik setiap pekerjaan, terdapat amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat.
Nilai amanah tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 58 tentang perintah menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.
Dalam praktiknya, amanah dapat diwujudkan melalui tiga hal utama, yakni menjaga hati dengan meluruskan niat karena Allah SWT, menjaga lisan dengan berbicara santun dan saling menghargai, serta menjaga tindakan melalui kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Dengan demikian, kualitas pekerjaan tidak hanya diukur dari hasil yang terlihat, tetapi juga dari proses dan akhlak orang-orang yang mengerjakannya.
Makanan dapat disiapkan dengan baik, tetapi keberkahan dalam bekerja juga perlu dirawat melalui hati yang lapang, komunikasi yang sehat, dan hubungan antarkaryawan yang dilandasi rasa saling menghormati.
Perbedaan Diselesaikan dengan Akhlak
Dalam lingkungan kerja, perbedaan karakter, cara berpikir, dan kecepatan menyelesaikan tugas merupakan hal yang wajar. Ada rekan yang cepat memahami arahan, ada pula yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Ada yang terbiasa bekerja dengan cepat, sementara yang lain masih memerlukan bimbingan.
Baca Juga :
Baca Juga :
Menghadapi kondisi tersebut, setiap karyawan diajak untuk tidak mudah menghakimi. Belajar memahami sebelum menyalahkan, memberikan nasihat tanpa merendahkan, serta mengingatkan tanpa mempermalukan merupakan bagian dari akhlak yang perlu dibiasakan.
Apabila muncul persoalan, penyelesaiannya hendaknya dilakukan melalui komunikasi yang baik. Kesalahan diperbaiki dengan bijaksana, sedangkan keberhasilan disyukuri bersama.
Tim yang kuat bukanlah tim yang tidak pernah mengalami perbedaan pendapat, melainkan tim yang mampu mengelola perbedaan dengan kedewasaan dan akhlak yang baik.
Ketika hati tertata dan komunikasi terjaga, suasana kerja akan lebih nyaman. Kerja sama pun dapat tumbuh dengan lebih kuat sehingga setiap amanah dapat dijalankan secara optimal.
Menjadikan Pekerjaan sebagai Jalan Ibadah
Sebagai penutup, terdapat tiga pesan utama yang menjadi pengingat bagi seluruh karyawan MBG ‘Aisyiyah, yaitu menata hati agar niat bekerja tetap ikhlas, menata lisan agar perkataan menjadi penyejuk bagi sesama, dan menata pekerjaan agar setiap tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Harapannya, dapur MBG ‘Aisyiyah tidak hanya menjadi tempat menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan persaudaraan.
Sebab, hati yang bersih melahirkan tutur kata yang santun. Tutur kata yang santun membangun hubungan yang harmonis. Hubungan yang harmonis memperkuat kerja sama, sementara pekerjaan yang dilandasi keikhlasan diharapkan menjadi jalan untuk meraih rida Allah SWT.
Pengajian ini menjadi pengingat bahwa memperbaiki lingkungan kerja dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memperbaiki diri sendiri, menjaga ucapan, dan menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.










Finally found a platform that doesn’t lag during peak hours. The user experience is top notch and the support team is very helpful. Give br616bet1 a try.