TARAKAN, Ahad, 19 Oktober 2026 | Pergantian kepemimpinan bukan sekadar peralihan jabatan, melainkan momentum untuk melanjutkan pengabdian, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Utara, Mardhiana, dalam sambutan pada kegiatan pergantian Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG ‘Aisyiyah.
Dalam sambutannya, Mardhiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala SPPG sebelumnya, Mbak Ranti, atas dedikasi, waktu, tenaga, pikiran, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah. Ia berharap segala bentuk pengabdian yang telah dilakukan menjadi amal jariyah dan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT.
Menurutnya, mengelola dapur MBG bukan sekadar menyiapkan makanan, tetapi juga memikul tanggung jawab besar untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan, keamanan, kualitas, dan ketentuan gizi yang berlaku.
Di balik setiap hidangan, terdapat harapan anak-anak untuk mendapatkan makanan sehat, kepercayaan orang tua, serta tanggung jawab kepada masyarakat yang harus dijaga bersama.
“Setiap pengabdian tentu memiliki cerita. Ada lelah yang mungkin tidak terlihat, ada persoalan yang harus diselesaikan, dan ada kebersamaan yang menjadi kenangan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Mardhiana juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalin kerja sama terdapat perkataan, sikap, atau hal-hal yang kurang berkenan. Ia berharap silaturahmi dan persaudaraan tetap terpelihara meskipun tugas dan tanggung jawab telah berganti.
Kepemimpinan Baru, Semangat Pengabdian Baru
Kepada Kepala SPPG yang baru, Mardhiana menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan harus menjadi kesempatan untuk melanjutkan kebaikan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan. Komunikasi yang terbuka, semangat kekeluargaan, kedisiplinan, transparansi, dan profesionalisme perlu menjadi landasan dalam menjalankan tugas.
Keberhasilan Dapur MBG ‘Aisyiyah, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh kepala SPPG, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim, mulai dari perencanaan, pengolahan, pengawasan, hingga pendistribusian makanan.
Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memberikan arahan, tetapi juga harus bersedia mendengarkan, menghargai, dan berjalan bersama anggota tim.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan membutuhkan kolaborasi, komitmen, dan kesadaran bahwa setiap bagian memiliki peran penting dalam menjaga amanah.
Salat Lima Waktu dan Adab Menjadi Landasan Bekerja
Selain menekankan profesionalisme, Mardhiana mengingatkan seluruh karyawan dan karyawati Dapur MBG ‘Aisyiyah agar senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui pelaksanaan salat lima waktu.
Ia menegaskan bahwa bekerja di lingkungan yang membawa nama ‘Aisyiyah harus selaras dengan nilai-nilai keislaman. Tanggung jawab pekerjaan hendaknya tidak membuat seseorang melupakan kewajiban ibadah.
Tidak kalah penting, setiap karyawan juga diharapkan menjaga adab dalam berkomunikasi. Tutur kata yang santun, bahasa yang baik, serta sikap saling menghormati perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari di tempat kerja.
Perkataan kasar, ucapan yang tidak pantas, dan perilaku yang merendahkan orang lain harus dihindari karena dapat merusak keharmonisan dan menghambat kerja sama.
Mardhiana juga mengingatkan pentingnya menyambut tamu dengan sopan dan ramah. Sikap tersebut merupakan bagian dari akhlak sekaligus cerminan nilai-nilai Islam yang perlu diwujudkan dalam pelayanan.
Dengan menjaga ibadah, perkataan, dan perilaku, lingkungan kerja diharapkan tidak hanya menjadi tempat menunaikan tugas, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan budaya kerja yang berakhlak.
Menumbuhkan Kepedulian melalui Lingkungan Kerja yang Sejuk
Dalam sambutannya, Mardhiana turut mengajak seluruh karyawan menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan kerja. Salah satu gagasan sederhana yang disampaikan adalah mengajak setiap karyawan membawa satu pot bunga untuk ditanam dan dirawat bersama.
Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menghadirkan suasana kerja yang lebih hijau, sejuk, nyaman, dan menenteramkan.
Lebih dari sekadar memperindah lingkungan, kegiatan merawat tanaman bersama dapat menjadi sarana menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab, dan semangat gotong royong di antara karyawan.
Pesan ini memperlihatkan bahwa membangun tempat kerja yang baik tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Kepedulian terhadap kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Menjaga Amanah dalam Semangat Dakwah ‘Aisyiyah
Sebagai bagian dari gerakan dakwah ‘Aisyiyah, setiap aktivitas pelayanan diharapkan mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Mardhiana mengingatkan pentingnya menjadikan nilai tolong-menolong dalam kebaikan sebagai pedoman bersama.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”
Ayat tersebut menjadi landasan untuk membangun budaya kerja yang dilandasi semangat gotong royong, saling menghormati, dan saling menguatkan.
Apabila terdapat kekurangan, hendaknya diperbaiki bersama. Jika muncul persoalan, selesaikan melalui komunikasi yang baik. Sementara keberhasilan patut disyukuri dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Hal terpenting bukanlah siapa yang sedang memimpin, melainkan bagaimana amanah tetap terjaga dan manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat.
Jabatan Berganti, Pengabdian Terus Menyala
Menutup sambutannya, Mardhiana menyampaikan pesan penuh makna bagi Kepala SPPG yang mengakhiri tugas maupun yang akan melanjutkan amanah. Kepada pemimpin sebelumnya, ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kebersamaan yang telah terjalin. Kepada pemimpin yang baru, ia mendoakan agar diberikan kekuatan, kelapangan hati, kebijaksanaan, dan kemudahan dalam menjalankan tanggung jawab.
Ia berharap Dapur MBG ‘Aisyiyah senantiasa menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menebarkan kebaikan, memperkuat pelayanan, dan menghadirkan manfaat bagi generasi penerus bangsa.
Pesan penutup yang disampaikan menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar Dapur MBG ‘Aisyiyah:
“Jabatan boleh berganti, tetapi amanah tidak boleh terhenti. Orang boleh berganti, tetapi semangat pengabdian harus tetap menyala.”
Pergantian kepemimpinan pada akhirnya bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari perjalanan baru untuk menjaga kepercayaan, memperkuat persaudaraan, dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Semoga setiap langkah pengabdian di Dapur MBG ‘Aisyiyah senantiasa berada dalam bimbingan dan rida Allah SWT.
Oase Hikmah
“Pemimpin boleh berganti, tetapi nilai kebaikan harus tetap diwariskan. Amanah bukan tentang siapa yang memegang jabatan, melainkan tentang bagaimana tanggung jawab ditunaikan, persaudaraan dijaga, dan manfaat terus dihadirkan.”
Baca Juga :
Baca Juga :









