Ketua PWA Kaltara  Isi Kajian PWNA, Ungkap 4 Pilar Kemandirian Spiritual Muslimah di Ramadhan

Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Utara menggelar Kajian Nasyiah Special Ramadhan pada Ahad, 08 Maret 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PWNA Kalimantan Utara ini berlangsung secara daring melalui Google Meet mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai.

Kajian bertema “Membangun Kemandirian Spiritual Selama Ramadhan” ini diikuti oleh anggota dan simpatisan Nasyiatul Aisyiyah se-Kalimantan Utara. PWNA Kalimantan Utara secara khusus mengundang Bunda Mardiana, M.Pd., Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Utara, untuk mengisi materi pada kajian tersebut.

Dalam pemaparannya, Bunda Mardiana menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah rutin, melainkan madrasah pembentukan jiwa. Ia menyampaikan bahwa Allah melatih setiap muslim di bulan ini untuk memiliki kekuatan spiritual yang mandiri, yakni kemampuan menjaga hubungan dengan Allah tanpa harus selalu didorong oleh lingkungan. Hal ini diperkuat dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.

Bunda Mardiana menguraikan bahwa kemandirian spiritual adalah kemampuan seorang muslimah untuk menjaga ibadah tanpa disuruh, tetap taat walau tidak ada yang melihat, menguatkan diri saat iman turun, serta menjadikan Allah sebagai sandaran utama hidup. Ia menegaskan bahwa muslimah yang mandiri secara spiritual tidak menggantungkan kekuatan hatinya pada manusia, melainkan hanya kepada Allah.

Ia juga menjelaskan tiga alasan mengapa Ramadhan menjadi waktu terbaik membangun kemandirian spiritual, yaitu kuatnya lingkungan ibadah, berkurangnya godaan setan, serta pahala yang dilipatgandakan. Ketiga kondisi ini dinilai sebagai momentum emas yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh setiap muslimah.

Bunda Mardiana kemudian memaparkan empat pilar kemandirian spiritual muslimah di Ramadhan, meliputi kemandirian ibadah, kemandirian menjaga hati dan akhlak, kemandirian mengelola waktu, serta kemandirian menghadapi ujian hidup. Ia mencontohkan Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Rasulullah sebagai teladan muslimah yang kokoh secara spiritual di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Narasumber juga berbagi cara praktis membangun kemandirian spiritual di Ramadhan, di antaranya membuat target ibadah pribadi seperti tilawah satu juz per hari dan qiyamul lail minimal dua rakaat, menyediakan waktu khalwat bersama Allah, mengurangi distraksi media sosial, serta menjadikan doa sebagai kekuatan hidup. Ia mengingatkan bahwa waktu Ramadhan sangat berharga dan tidak boleh habis hanya untuk memasak, bermain media sosial, dan tidur.

Kajian ditutup dengan tiga pertanyaan refleksi yang mengajak peserta merenungi kualitas ibadah mereka selama Ramadhan. PWNA Kalimantan Utara berharap kegiatan ini mampu menguatkan semangat seluruh muslimah untuk membangun kemandirian spiritual yang tidak hanya tumbuh di bulan Ramadhan, tetapi juga terjaga pada sebelas bulan berikutnya.

Baca Juga : 

Baca Juga

  • Related Posts

    Gejolak Konflik Amerika–Iran Picu Tekanan Harga Kopi Dunia, Indonesia Waspadai Dampaknya

    Memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengguncang pasar global. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong lonjakan harga minyak dunia akibat kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi, terutama di…

    Lanjutkan Membaca
    Ngaji Budaya Episode ke-2 LBSO-PWA Kaltara Memupuk Budaya Cinta Al-Qur’an Menjelang Ramadan

    Kalimantan Utara, Ahad (22/2/2026) — Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Utara (PWA Kaltara) menggelar Ngaji Budaya Episode ke-2 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan bertema…

    Lanjutkan Membaca

    One thought on “Ketua PWA Kaltara  Isi Kajian PWNA, Ungkap 4 Pilar Kemandirian Spiritual Muslimah di Ramadhan

    1. **back biome**

      Backbiome is a naturally crafted, research-backed daily supplement formulated to gently relieve back tension and soothe sciatic discomfort.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Forum Guru Muhammadiyah Tarakan Resmi Dilantik: Wiliah Tegaskan Komitmen Mencerahkan Pendidikan Berkarakter”

    Forum Guru Muhammadiyah Tarakan Resmi Dilantik: Wiliah Tegaskan Komitmen Mencerahkan Pendidikan Berkarakter”

    FGM Tarakan dan STIMIK PPKIA Jalin Sinergi Digital: Guru Muhammadiyah Siap Hadapi Era Pembelajaran Modern”

    FGM Tarakan dan STIMIK PPKIA Jalin Sinergi Digital: Guru Muhammadiyah Siap Hadapi Era Pembelajaran Modern”

    INSTEKMU Tarakan dan APINDO Kaltara Jalin Kemitraan Strategis, Bahas Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

    INSTEKMU Tarakan dan APINDO Kaltara Jalin Kemitraan Strategis, Bahas Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

    Akses Internet di SMA Kaltara Terimbas Efisiensi Anggaran, Fokus Dialihkan ke Wilayah 3T

    Akses Internet di SMA Kaltara Terimbas Efisiensi Anggaran, Fokus Dialihkan ke Wilayah 3T

    SD Muhammadiyah 2 Tarakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Bersinar

    SD Muhammadiyah 2 Tarakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Bersinar

    Family Gathering GTK Muhammadiyah Selumit, Langkah Baru Menuju Pendidikan Berkualitas

    Family Gathering GTK Muhammadiyah Selumit, Langkah Baru Menuju Pendidikan Berkualitas