Tarakan – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah titik menjadi perhatian Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Utara. Kondisi kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran sekaligus menimbulkan kabut asap dinilai perlu diantisipasi bersama, terutama untuk melindungi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.
Ketua Umum Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Utara, Mardhianah, M.Pd., mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta tidak menganggap ringan paparan asap, khususnya ketika kualitas udara mulai menurun.
Menurutnya, kelompok lanjut usia dan anak-anak merupakan bagian masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Paparan asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan pernapasan dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, keluarga diminta lebih peka terhadap kondisi kesehatan anggota keluarganya ketika kabut asap mulai menyelimuti lingkungan tempat tinggal.
PWA Kaltara juga mengimbau seluruh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) untuk turut menjaga kesehatan warga di wilayah masing-masing. Edukasi mengenai bahaya asap, pentingnya menjaga kualitas udara di lingkungan rumah, serta langkah-langkah perlindungan bagi kelompok rentan perlu terus disampaikan kepada masyarakat.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga diingatkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi asap. Penggunaan masker yang sesuai, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau gangguan pernapasan menjadi langkah yang perlu diperhatikan.
Selain persoalan kabut asap, kondisi kemarau juga membawa tantangan lain berupa keterbatasan air. PWA Kaltara mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan. Hemat air menjadi bentuk kepedulian bersama agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Mardhianah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi turut memperkuat upaya pencegahan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, segera melaporkan apabila melihat titik api, serta bersama-sama menjaga lingkungan dari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Di tengah kondisi tersebut, PWA Kaltara mengajak masyarakat untuk saling menguatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta kesehatan sesama. “Mari kita doakan semoga berbagai musibah yang terjadi dapat kita lalui bersama, dan masyarakat Kalimantan Utara senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta perlindungan oleh Allah SWT,” demikian pesan PWA Kaltara. 🌿
Baca Juga :
Baca Juga :









