Tarakan — Ketua Lembaga Resilensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Utara, Mardhiana, menegaskan pentingnya akhlak dalam menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual seorang muslim. Pesan tersebut disampaikan dalam pengajian yang digelar oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Tarakan, Sabtu (27/9/2025), dengan tema “Akhlak Menjaga Lingkungan”.
Dalam paparannya, Mardhiana mengingatkan bahwa lingkungan merupakan amanah dari Allah SWT yang wajib dijaga oleh setiap muslim. Ia menekankan bahwa bumi, langit, air, tumbuhan, dan hewan diciptakan Allah untuk mendukung kehidupan manusia. “Namun sayangnya, banyak kerusakan terjadi justru akibat ulah manusia sendiri,” ujarnya. Ia menyebut banjir, polusi, dan krisis air sebagai contoh nyata akibat kelalaian manusia terhadap amanah lingkungan.
Menurutnya, kesadaran ekologis merupakan bagian dari akhlak Islami yang menuntut kepedulian dan tanggung jawab. Mardhiana mengutip firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 41, yang menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut disebabkan oleh tangan manusia sendiri. “Ayat ini adalah peringatan agar kita introspeksi dan memperbaiki cara berinteraksi dengan alam,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prinsip dasar dalam menjaga lingkungan bersumber dari tauhid. Kesadaran bahwa alam semesta adalah ciptaan Allah menumbuhkan rasa hormat dan tanggung jawab pada diri seorang muslim. “Kita sebagai khalifah di bumi tidak boleh bersikap semena-mena terhadap alam. Kita diberi amanah untuk mengelola, bukan merusak,” tegas Mardhiana.
Dalam ajaran Islam, lanjutnya, terdapat banyak adab dan etika yang mengatur hubungan manusia dengan lingkungan. Di antaranya tidak mencemari sungai, tidak menebang pohon secara sembarangan, dan memperlakukan hewan dengan kasih sayang. Ia juga menekankan prinsip i’tidal atau keseimbangan dalam menggunakan sumber daya alam, sebagaimana pesan Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 31 agar manusia tidak berlebihan dalam segala hal.
Mardhiana juga mengajak peserta pengajian untuk menerapkan nilai-nilai tersebut secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. “Mulailah dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air dan listrik, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Itu bentuk nyata akhlak lingkungan,” tuturnya di hadapan jamaah Aisyiyah Tarakan.
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih dan lestari akan membawa banyak manfaat bagi manusia. Selain menciptakan kehidupan yang sehat dan nyaman, alam yang terjaga juga menjadi sumber keberkahan dari Allah SWT. “Menanam pohon atau menjaga kebersihan bisa menjadi amal jariyah, karena manfaatnya terus dirasakan oleh banyak orang,” ungkapnya.
Di akhir tausiyahnya, Mardhiana menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis, tetapi kewajiban setiap muslim. “Akhlak lingkungan adalah bagian dari ibadah. Jika kita mencintai Allah, maka kita juga harus mencintai ciptaan-Nya,” pungkasnya, menutup dengan ajakan untuk mewariskan bumi yang sehat bagi generasi mendatang.
Baca Juga :
Baca Juga :











Just logged in to Phdream333login, ready to play! The interface is clean and easy to navigate. Hope my luck is in! Login and play here: phdream333login
SVV388211, now that’s a mouthful! Wonder what makes them different from the original SVV388? Gotta investigate! Check out svv388211
I don’t think the title of your enticle matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the enticle.