Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Utara, Bunda Mardhiana, M.Pd, menyampaikan pesan penting kepada para muballighah usai pelaksanaan Pelatihan Muballighah yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pelatihan yang diharapkan mampu memperkuat peran dakwah perempuan di tengah masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Baca Juga :
Baca Juga :
Bunda Mardhiana menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi merupakan bagian dari upaya menyiapkan kader dakwah perempuan yang siap mengemban amanah dakwah dengan ilmu, keikhlasan, dan keteguhan hati. Ia berharap setiap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal dalam menjalankan dakwah yang mencerahkan dan membawa manfaat bagi umat.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, ia mengajak para muballighah untuk memperkuat pesan dakwah tentang pentingnya hidup sederhana dan menjauhi sikap berlebih-lebihan. Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum untuk melatih pengendalian diri, bukan menjadi ajang konsumsi yang berlebihan, tetapi menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-A‘raf ayat 31 yang menegaskan perintah untuk makan dan minum tanpa berlebihan, serta QS. Al-Isra’ ayat 26–27 yang memperingatkan agar tidak bersikap boros. Ayat tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kesadaran umat untuk menjalani Ramadhan dengan penuh kesederhanaan dan tanggung jawab.
Bunda Mardhiana menegaskan bahwa muballighah memiliki peran strategis sebagai teladan di tengah masyarakat. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam mengelola konsumsi dan menjaga lingkungan. Keteladanan muballighah menjadi kunci dalam menginspirasi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Ia juga mengajak para muballighah untuk mulai menyuarakan gerakan sederhana namun berdampak, seperti mengurangi penggunaan sampah plastik saat berbuka puasa, mengambil makanan secukupnya, serta mengelola sisa makanan dengan bijak. Selain itu, muballighah diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan masjid sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Ramadhan adalah madrasah takwa yang membentuk pribadi muslim yang tidak hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Oleh karena itu, muballighah diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai kesederhanaan, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan umat.
Di akhir sambutannya, Bunda Mardhiana berharap para muballighah dapat terus menguatkan peran dakwah di wilayah masing-masing dan menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Ia juga memanjatkan doa agar seluruh muballighah senantiasa diberikan kekuatan dalam berdakwah serta dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dalam keadaan terbaik, penuh kesiapan iman dan semangat pengabdian.









