TARAKAN – Memperingati Hari Perempuan Internasional sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Utara berkolaborasi dengan Komunitas Literasi Aisyiyah dan Yayasan Almarhamah Indonesia menggelar kegiatan silaturahmi bersama warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II-A Kota Tarakan pada Jumat (13/3/2026).
Mengusung tema “Berbagi Rasa Berbagi Ceria di Ramadhan Mulia” yang bertepatan dengan 24 Ramadhan, acara sinergi ini diisi dengan rangkaian kegiatan yang menghibur sekaligus mendidik. Para warga binaan diajak berpartisipasi aktif dalam lomba cerdas cermat, fun games, mendengarkan tausiyah, dan ditutup dengan buka puasa bersama.
Ketua PWA Kaltara, Ibunda Mardhiana, menyampaikan bahwa kunjungan ke Lapas Perempuan ini merupakan agenda rutin tahunan yang kali ini dikemas secara berbeda. Berkat kolaborasi bersama pegiat literasi dan kemanusiaan, pendekatan interaktif seperti cerdas cermat seputar agama sengaja dipilih agar suasana lebih ceria dan nilai-nilai edukasi lebih mudah diterima oleh peserta.
Dalam sambutannya, Ibunda Mardhiana menekankan pandangan baru mengenai masa penahanan bagi para warga binaan. Ia menegaskan bahwa Lapas tidak seharusnya sekadar menjadi tempat berhuni atau menjalani hukuman semata, melainkan harus difungsikan secara optimal sebagai training center atau pusat pelatihan.
Melalui konsep training center tersebut, para perempuan yang sedang berhadapan dengan hukum didorong untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Bekal spiritual ini dinilai sangat krusial sebagai fondasi perbaikan diri selama menjalani masa binaan.
Lebih lanjut, Ibunda Mardhiana memaparkan bahwa tujuan utama dari pembekalan ini adalah mempersiapkan warga binaan untuk kembali memegang perannya sebagai madrasatul ula atau madrasah pertama bagi keluarga.
Baca Juga :
Baca Juga :
Diharapkan, sekembalinya mereka ke rumah nanti, lahir ide-ide cemerlang untuk mendidik anak, mendampingi suami, serta memberikan kontribusi positif yang berguna bagi masyarakat luas.
Suasana tausiyah terasa khidmat saat Ketua PWA Kaltara tersebut menyampaikan harapan terbesarnya kepada seluruh hadirin. Ia mengajak para warga binaan untuk menjadikan momentum bulan suci ini sebagai titik balik melakukan taubatan nasuha, berjanji dari lubuk hati terdalam untuk tidak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan di masa lalu.
Sebagai penutup, Ibunda Mardhiana berpesan agar para perempuan di Lapas Tarakan memiliki ketegasan dan keberanian dalam menata hidup. Ia memotivasi mereka untuk kembali menjadi pribadi yang fitrah, mampu memisahkan secara tegas lembaran masa lalu yang kelam, fokus memperbaiki masa kini, dan menatap masa depan yang jauh lebih baik dengan penuh optimisme.









