Dakwah Perempuan Tak Harus Menunggu Sempurna, ‘Aisyiyah Tarakan Timur Dorong Muslimah Hadir di Tengah Masyarakat

Tarakan, — Dakwah tidak selalu hadir dalam bentuk ceramah panjang atau kegiatan besar. Mengunjungi orang sakit, mengajarkan Al-Qur’an, membantu tetangga, mendengarkan keluh kesah seorang ibu, hingga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi bagian dari dakwah. Gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Penguatan Peran Dakwah Muslimah yang digelar Majelis Tabligh & Ketarjihan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tarakan Timur, Sabtu (3/10/2026).

Mengusung tema “Perempuan Menguatkan Keluarga, Menggerakkan Umat, Membangun Peradaban”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Sabriati Aziz, M.Pd.I, Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat. Pengajian dilaksanakan di Gedung ‘Aisyiyah, Sebengkok Waru, Tarakan, mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai.

Dalam materi “Penguatan Peran Dakwah Muslimah”, Dr. Sabriati Aziz mengajak muslimah memahami bahwa setiap ruang kehidupan dapat menjadi ruang dakwah. Dakwah dapat dilakukan melalui keluarga, pendidikan anak, ukhuwah dan silaturahmi, majelis taklim, pemberdayaan masyarakat, media sosial, pelayanan sosial, hingga gerakan kemanusiaan.


Di tengah perkembangan teknologi, media sosial juga menjadi salah satu ruang strategis untuk berdakwah. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, silaturahmi, berbagi ilmu, menguatkan sesama, dan menyebarkan inspirasi kebaikan. Namun, setiap informasi yang hendak dibagikan perlu terlebih dahulu diperiksa dengan mempertimbangkan apakah informasi tersebut benar, bermanfaat, dan beradab.


Dakwah perempuan hari ini juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari krisis keteladanan, tantangan pendidikan anak, pengaruh media sosial, individualisme, konsumerisme, konflik keluarga, krisis adab, hingga informasi yang tidak terkontrol. Menghadapi kondisi tersebut, dakwah perempuan perlu dilakukan secara cerdas, lembut, adaptif, dan istiqamah.


Dr. Sabriati Aziz juga mengingatkan agar perempuan tidak menunggu dirinya menjadi sempurna untuk mulai berbuat kebaikan. Kekurangan bukan alasan untuk berhenti belajar dan beramal. Namun, dakwah tetap harus dilakukan dengan tanggung jawab, tidak berbicara tanpa ilmu, tidak mengada-adakan dalil, bersedia terus belajar, serta mengamalkan apa yang telah diketahui.

Baca Juga : 

Baca Juga : 

Penguatan dakwah perempuan kemudian diarahkan secara bertahap, dimulai dari memperbaiki iman dan akhlak diri, membentuk keluarga Qur’ani, menguatkan ukhuwah di lingkungan, memberikan manfaat kepada masyarakat, hingga melahirkan generasi yang beriman dan berakhlak. Dengan demikian, dakwah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan kader penerus dakwah.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi seorang muslimah tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebaikan kecil yang dilakukan secara istiqamah dapat menjadi amal besar di sisi Allah. Dari satu perempuan yang berusaha memperbaiki diri, menguatkan keluarga, dan memberi manfaat bagi sekitarnya, dapat tumbuh kebaikan yang menjangkau lebih banyak orang dan generasi.

  • Related Posts

    Ketua PWA Mardhiana: Perempuan Kaltara Didorong Saling Menguatkan dan Memperkuat Kolaborasi

    Tarakan, — Semangat memperkuat peran perempuan dan membangun kolaborasi menjadi pesan utama dalam sambutan Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Utara, Mardhiana, S.Pd., M.Pd., pada kegiatan Penguatan Peran Dakwah Muslimah yang…

    Lanjutkan Membaca
    Dr. Sabriati Aziz: Dakwah Muslimah Dimulai dari Diri, Menguatkan Keluarga, hingga Membangun Peradaban

    Tarakan, — Perempuan memiliki ruang yang luas dalam membangun kebaikan, bukan hanya melalui peran di ruang publik, tetapi juga dari kehidupan keluarga dan lingkungan terdekat. Pesan tersebut disampaikan Dr. Sabriati…

    Lanjutkan Membaca

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    SDN 012 Tarakan Kembangkan Digitalisasi Pendidikan, Ujian hingga Pemantauan Siswa Berbasis Aplikasi

    SDN 012 Tarakan Kembangkan Digitalisasi Pendidikan, Ujian hingga Pemantauan Siswa Berbasis Aplikasi

    Forum Guru Muhammadiyah Tarakan Resmi Dilantik: Wiliah Tegaskan Komitmen Mencerahkan Pendidikan Berkarakter”

    Forum Guru Muhammadiyah Tarakan Resmi Dilantik: Wiliah Tegaskan Komitmen Mencerahkan Pendidikan Berkarakter”

    FGM Tarakan dan STIMIK PPKIA Jalin Sinergi Digital: Guru Muhammadiyah Siap Hadapi Era Pembelajaran Modern”

    FGM Tarakan dan STIMIK PPKIA Jalin Sinergi Digital: Guru Muhammadiyah Siap Hadapi Era Pembelajaran Modern”

    INSTEKMU Tarakan dan APINDO Kaltara Jalin Kemitraan Strategis, Bahas Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

    INSTEKMU Tarakan dan APINDO Kaltara Jalin Kemitraan Strategis, Bahas Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

    Akses Internet di SMA Kaltara Terimbas Efisiensi Anggaran, Fokus Dialihkan ke Wilayah 3T

    Akses Internet di SMA Kaltara Terimbas Efisiensi Anggaran, Fokus Dialihkan ke Wilayah 3T

    SD Muhammadiyah 2 Tarakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Bersinar

    SD Muhammadiyah 2 Tarakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Bersinar