Tarakan – Peran perempuan dalam dakwah tidak berhenti pada aktivitas di mimbar. Dari rumah, lingkungan keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat, perempuan memiliki ruang yang luas untuk menghadirkan nilai-nilai kebaikan. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan “Penguatan Peran Dakwah Muslimah” yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh & Ketarjihan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tarakan Timur, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Perempuan Menguatkan Keluarga, Menggerakkan Umat, Membangun Peradaban” tersebut menghadirkan Dr. Sabriati Aziz, M.Pd.I, Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat, sebagai pemateri. Kegiatan berlangsung di Gedung ‘Aisyiyah, Sebengkok Waru, Tarakan, mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai
Dalam pemaparannya, Dr. Sabriati Aziz menekankan bahwa dakwah bukan hanya tugas mereka yang berdiri di mimbar. Dakwah merupakan panggilan bagi setiap muslimah sesuai dengan kemampuan dan ruang pengabdiannya. Karena itu, aktivitas sehari-hari yang dilakukan dengan nilai kebaikan juga dapat menjadi bagian dari dakwah.
Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam dakwah karena kedekatannya dengan kehidupan keluarga. Perempuan, khususnya seorang ibu, memiliki peran sebagai madrasah pertama bagi anak, membentuk karakter, menanamkan iman, serta turut membangun peradaban melalui pendidikan di dalam keluarga. Anak tidak hanya belajar dari perkataan ibu, tetapi juga dari sikap, cara menghadapi masalah, serta hubungan ibu dengan Allah.
Baca Juga :
Baca Juga :
Karena itu, dakwah juga dapat diwujudkan melalui keteladanan. Seorang ibu tidak hanya mengajarkan anak untuk menjaga salat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana menjaga salat dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula ketika mengajarkan anak untuk mengendalikan emosi, keteladanan orang tua menjadi pesan dakwah yang hidup dan lebih mudah ditangkap oleh anak
Selain keluarga, perempuan juga memiliki peran penting dalam memperkuat ukhuwah. Menjaga silaturahmi, menghindari ghibah dan fitnah, tidak mudah menyebarkan berita, menjadi penyejuk ketika terjadi konflik, serta saling menolong dalam kebaikan menjadi bagian dari kontribusi perempuan dalam membangun lingkungan yang lebih baik
Materi tersebut juga mengingatkan bahwa dakwah membutuhkan hikmah, kesabaran, kelembutan, empati, dan keteladanan. Tujuan dakwah bukan sekadar memenangkan perdebatan, melainkan mengajak dan membantu orang lain untuk kembali mendekat kepada Allah
Melalui kegiatan ini, penguatan peran dakwah muslimah diarahkan agar perempuan tidak hanya menjadi penerima pesan kebaikan, tetapi juga menjadi penggerak kebaikan di tengah keluarga dan masyarakat. Sebagaimana pesan penutup materi, “Perempuan berdakwah — keluarga berkah — umat kuat — peradaban bangkit.”









