TANA LIA – Menjadi lanjut usia bukan berarti berhenti beraktivitas. Pesan itu menjadi salah satu semangat yang dibawa Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tana Lia melalui peluncuran Sekolah Lansia Aisyiyah di Balai Adat Tana Lia, Sabtu (29/8/2026).
Sebanyak 54 lansia mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 44 perempuan dan 10 laki-laki.
Program Sekolah Lansia Aisyiyah merupakan implementasi program Pimpinan Pusat Aisyiyah melalui Majelis Kesejahteraan Sosial. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan lansia yang tetap aktif, mandiri, sehat, dan memiliki ruang untuk terus berkarya.
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Utara, Hj. Sulmiati, mengatakan lansia memiliki posisi penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Bagi ‘Aisyiyah, lansia bukanlah kelompok yang harus dipinggirkan. Lansia adalah guru kehidupan, penjaga nilai keluarga, dan sumber keteladanan bagi generasi,” ujar Sulmiati.
Menurut dia, Sekolah Lansia tidak semata-mata menjadi tempat belajar mengenai kesehatan. Program tersebut juga menjadi ruang bagi lansia untuk mempertahankan aktivitas sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan.
“Ini adalah ruang untuk tetap aktif, bahagia, mandiri, produktif, dan bermakna,” katanya.
Sulmiati berharap keberadaan Sekolah Lansia Aisyiyah dapat mengubah cara pandang terhadap kelompok lanjut usia. Lansia tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai individu yang masih memiliki pengalaman dan potensi untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Menjadi lansia bukan berarti berhenti berkarya, tetapi memasuki fase kehidupan untuk berbagi hikmah dan menebar manfaat,” ujarnya.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan PCA Tana Lia melalui konsep LANSIA DINAMIS. Konsep ini terdiri dari tujuh nilai, yakni Disiplin, Islami, Nyaman, Adaptif, Mandiri, Inovatif, dan Santun.
Ketua PCA Tana Lia, Nur Inayah Z, menjelaskan kata dinamis menggambarkan lansia yang tetap memiliki energi, semangat, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
“Secara umum, dinamis berarti penuh energi, semangat, dan selalu bergerak serta beradaptasi dengan perubahan. Itulah yang kami harapkan dari lansia Tana Lia,” kata Nur Inayah.
Melalui program tersebut, para peserta nantinya mendapatkan pembinaan yang mencakup aspek keagamaan, pendidikan, kesehatan, keterampilan, sosial, hingga kegiatan rekreatif.
Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Lansia Aisyiyah diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah interaksi sosial bagi lansia di Tana Lia.
Baca Juga :
Baca Juga :









