Bertemu Wamen P2MI, Ketua Aisyiyah Kaltara Suarakan Perlindungan PMI Perempuan dan Keluarga di Wilayah 3T


Jakarta — Ketua Aisyiyah Kalimantan Utara, Mardiana, melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, pada Senin (15/9/2025) di Kantor P2MI, Jl. Letjen MT Haryono Kav. 52, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, Mardiana menekankan bahwa Kalimantan Utara adalah daerah perbatasan strategis sekaligus wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang menjadi jalur utama mobilitas pekerja migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Posisi geografis ini membuat Kaltara menghadapi risiko tinggi penempatan nonprosedural dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Data terbaru memperlihatkan kondisi tersebut. Pada Februari 2025, sebanyak 225 PMI deportasi dari Malaysia dipulangkan ke Nunukan, dengan 84 di antaranya berasal dari Kaltara. Sementara itu, Juli 2024, BP3MI Kaltara juga memulangkan 104 PMI bermasalah. Sepanjang 2024, Polda Kaltara mencatat 49 kasus TPPO dengan 311 korban, serta upaya penyelundupan 21 PMI berhasil digagalkan Ditpolairud di perairan Tarakan.

“Perempuan PMI sering menghadapi kerentanan ganda, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan keluarga. Karena itu, pendekatan perlindungan berbasis keluarga menjadi penting untuk memastikan mereka terlindungi secara menyeluruh,” tegas Mardiana. Ia menambahkan, Aisyiyah siap berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada keluarga PMI di desa-desa perbatasan, mulai dari literasi keuangan, kesehatan, hingga pola asuh jarak jauh.

Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyambut baik gagasan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Aisyiyah Kalimantan Utara yang menekankan aspek keluarga dan perlindungan berbasis gender. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, dan kolaborasi dengan organisasi perempuan serta pemuda akan memperkuat perlindungan PMI, khususnya di daerah perbatasan dan 3T,” ungkap Dzulfikar.

Selain dengan Aisyiyah, pertemuan ini juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pemuda ICMI Kalimantan Utara. Pemuda ICMI mendorong pelatihan vokasi, pendampingan hukum, serta edukasi hukum migrasi agar generasi muda di perbatasan siap bekerja secara resmi dan tidak terjebak jalur ilegal.

Dzulfikar menambahkan, pihaknya telah menjadwalkan kunjungan ke Kalimantan Utara pada pertengahan Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kondisi lapangan, sekaligus mematangkan rencana kolaborasi bersama Aisyiyah dan Pemuda ICMI dalam melindungi dan memberdayakan PMI serta keluarganya.

Pertemuan ini menjadi tonggak awal penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil, khususnya organisasi perempuan dan pemuda, untuk menghadirkan perlindungan yang lebih humanis dan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia di wilayah 3T.

Jika inisiatif ini berhasil diwujudkan, Kalimantan Utara bukan hanya menjadi benteng perlindungan PMI di perbatasan, tetapi juga bisa menjadi model nasional percontohan perlindungan pekerja migran berbasis keluarga dan komunitas.

Baca Juga : 

Baca Juga

Related Posts

Tuntaskan Kunjungan Dapil, Deddy Sitorus Soroti Masalah Nelayan Hingga Minimnya Serapan Tenaga Kerja Lokal di Kaltara

TARAKAN – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara, Deddy Sitorus, resmi menutup rangkaian kunjungan daerah pemilihan selama tiga hari di wilayah Bulungan dan Tarakan. Dalam pertemuan terakhir bersama…

Lanjutkan Membaca
Ahmad Budi Anhar Kupas Tuntas Cara Mencegah Diabetes pada Lansia

TAJDIDOFFICIAL.COM, Pada pertemuan Sekolah Lansia ke-4 DCLA Sehati Kota Tarakan, Ahad 23 November 2025, peserta mendapat materi kesehatan khusus dari Ahmad Budi Anhar, S.Kep.NS yang membahas topik “Menjaga Kesehatan di…

Lanjutkan Membaca

One thought on “Bertemu Wamen P2MI, Ketua Aisyiyah Kaltara Suarakan Perlindungan PMI Perempuan dan Keluarga di Wilayah 3T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Forum Guru Muhammadiyah Tarakan Resmi Dilantik: Wiliah Tegaskan Komitmen Mencerahkan Pendidikan Berkarakter”

Forum Guru Muhammadiyah Tarakan Resmi Dilantik: Wiliah Tegaskan Komitmen Mencerahkan Pendidikan Berkarakter”

FGM Tarakan dan STIMIK PPKIA Jalin Sinergi Digital: Guru Muhammadiyah Siap Hadapi Era Pembelajaran Modern”

FGM Tarakan dan STIMIK PPKIA Jalin Sinergi Digital: Guru Muhammadiyah Siap Hadapi Era Pembelajaran Modern”

INSTEKMU Tarakan dan APINDO Kaltara Jalin Kemitraan Strategis, Bahas Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

INSTEKMU Tarakan dan APINDO Kaltara Jalin Kemitraan Strategis, Bahas Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Akses Internet di SMA Kaltara Terimbas Efisiensi Anggaran, Fokus Dialihkan ke Wilayah 3T

Akses Internet di SMA Kaltara Terimbas Efisiensi Anggaran, Fokus Dialihkan ke Wilayah 3T

SD Muhammadiyah 2 Tarakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Bersinar

SD Muhammadiyah 2 Tarakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Bersinar

Family Gathering GTK Muhammadiyah Selumit, Langkah Baru Menuju Pendidikan Berkualitas

Family Gathering GTK Muhammadiyah Selumit, Langkah Baru Menuju Pendidikan Berkualitas